INFO INFAQ

Informasi Infaq Shadaqah

PENDIDIKAN

Pendidikan Formal & Informal

PEMBERDAYAAN UMAT

Pemberdayaan Umat dan Sosial

Darun Nahdhah al-Islamiyah:  Pesantren Alternatif

Pesantren (Ma’had) Darun Nahdhah al-Islamiyah mempunyai visi dan misi serta tujuan menyediakan pusat/kawasan pendidikan yang islami dengan konsep pendidikan terpadu, dengan mengambil model (corak) pesantren. Tahfizh al-Quran akan menjadi ciri khas yang menonjol di semua jenjang pendidikan yang berada dalam naungan Pesantren Darun Nahdhah al-Islamiyah.

Gagasan pendirian Pesantren Darun Nahdhah al-Islamiyah ini antara lain dilandasi oleh fakta yang saling kontradiksi. Di satu sisi, Bogor merupakan daerah dengan budaya keislaman yang kuat dengan karakter masyarakat yang cukup religius. Namun, di sisi lain, Bogor juga sedang dihadapkan pada sejumlah tantangan. Di bidang akidah, aliran keagamaan sesat justru banyak bermunculan di Bogor. Salah satunya yang pernah mencuat adalah Al-Qiyadah al-Islamiyah yang berpusat di sekitar Gunung Bunder. Bogor juga menjadi salah satu sasaran kristenisasi. Kasus “Gereja Yasmin” adalah salah satu contohnya. Bogor juga—karena merupakan wilayah yang berdampingan dengan Ibukota Jakarta—menjadi salah satu pusat arus lalu-lintas bisnis, budaya, wisata dan hiburan yang tak jarang berdampak negatif. Tak sedikit tempat wisata (seperti daerah Puncak) pusat-pusat bisnis (seperti mal), tempat-tempat hiburan (seperti tempat karaoke), dll yang kemudian oleh sebagian orang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan negatif yang menjurus pada budaya permissive (serba boleh) seperti pacaran, perzinaan, peredaran miras dan narkoba, LGBT dll.

Berawal dari pemikiran tersebut, kami yang tergabung dalam kepengurusan YAYASAN DARUN NAHDHAH AL-ISLAMIYAH (Yayasan Pendidikan Yatim dan Dhuafa) yang berlatar belakang dan berasal dari berbagai profesi (kiai, ustadz, pengusaha, dosen, guru, pegawai negeri, pegawai swasta, dan lainnya) berharap dapat mewujudkan suatu wadah pendidikan Islam (pesantren) yang berbasis akidah Islam yang kuat, yang bisa berkontribusi besar terhadap pembinaan dan pengembangan masyarakat.

Kami juga berharap melalui Pesantren Darun Nahdhah al-Islamiyah ini juga mampu menyantuni anak-anak yatim/piatu dan dhuafa. Kami pun bertekad Pesantren ini dapat menjadi pusat penggemblengan generasi muda Islam yang mempunyai keimanan dan ketakwaan yang tinggi, yang kelak bisa berguna bagi Islam dan umatnya.

Lokasi Pesantren Darun Nahdhah al-Islamiyah terletak di Desa Bantarsari Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor. Adapun lokasi kegiatan Pesantren berpusat di Kp. Babakan Tua, Bantarsari Residence dan Kp. Babakan Resmi Galih Desa Bantarsari Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor, dengan memanfaatkan: (1) Tanah dan bangunan wakaf seluas +/- 260m2 (Peruntukan: Pondok 1); (2) Kapling wakaf seluas +/-  120m3 (Peruntukan: Rumah Tahfizh); (3) Tanah wakaf seluas +/- 3.000m2 (Peruntukan: Pondok 2).

 
PROFIL PESANTREN

Latar Belakang Pendirian Pesantren (Ma’had) Darun Nahdhah al-Islamiyah
Perdirian Pesantren (Ma’had) Darun Nahdhah al-Islamiyah dilatarbelakangi oleh keprihatinan para pendiri tentang kondisi anak-anak Muslim, khususnya di wilayah Bogor yang sangat ironis. Di satu sisi kehidupan mereka sedikit-banyak sudah terpengaruh oleh budaya permissive. Namun, di sisi lain perhatian para orangtua dan masyarakat terhadap pendidikan Islam masih minim. Kegiatan, program kerja dan aktivitas Pesantren dilakukan seirama dengan tuntutan stakecholder sehingga dapat memberi manfaat, motivasi dan prestasi anak-anak—khususnya yatim dan dhuafa—yang dikelola oleh Pesantren Darun Nahdhah al-Islamiyah.

Kami berharap, dengan segenap tekad yang optimal diiringi dengan sikap amanah, jujur dan profesional, semua harapan dan cita-cita kami dapat terwujud.

Nama dan Domisili Pesantren

  1. Nama Pesantren: Darun Nahdhah al-Islamiyah.
  2. Domisili: Kp. Babakan Tua, Bantarsari Residence dan Kp. Babakan Resmi Galih Desa Bantarsari Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor.
  3. Lokasi Kegiatan: Di Desa Bantarsari Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor dengan memanfaatkan (a) sebidang tanah wakaf seluas +/- 260m2 (Pondok 1); (b) kapling wakaf seluas +/- 120m3 (baru sebagian dibebaskan) (Rumah Tahfizh) dan (c) sebidang tanah wakaf seluas +/- 3.000m2 (Pondok 2).
  4. Website: http://darunnahdhah.or.id
  5. Email: darunnahdhah@gmail.com

Legalitas dan Ijin Kelembagaan

Pesantren Darun Nahdhah al-Islamiyah bernaung di bawah Yayasan Darun Nahdhah al-Islamiyah. Yayasan Darun Nahdhah al-Islamiyah bergerak di bidang pendidikan Islam (khususnya yatim dan dhuafa), sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.

  • Yayasan Darun Nahdhah al-Islamiyah tercatat secara resmi di Kementrian Hukum dan HAM berdasarkan SK Menteri Hukum dan HAM Nomor: AHU-0004953.01.04 Tahun 2019. Berdasarkan Pemohonan Notaris Lia Amilah, S.H., M.KN, sesuai Akta Notaris N0. 03, Tanggal 23 Maret 2019.
  • Adapun ijin penyelenggaraan dan operasional pesantren masih dalam proses.

 

Dasar Pemikiran

 Al-Quran.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia; melakukan amar makruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah (QS Ali Imran [3]: 110).

 قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Katakanlah, “Samakah orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (tidak berilmu)?” (QS az-Zumar [39]: 9).

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Bertanyalah kalian kepada ahli zikir (ahli ilmu) jika kalian tidak tahu (QS an-Nahl [16]: 43; QS al-Anbiya’ [21]: 7).

 يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Allah akan mengangkat orang-orang beriman dan orang-orang berilmu di antara kalian beberapa derajat (QS al-Mujadalah [58]: 11).
 

Hadis Nabi saw.

 وَأَنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَرَّثُوا الْعِلْمَ مَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ بِهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Mereka mewariskan ilmu. Siapa saja yang mengambil ilmu, dia telah mengambil bagian keuntungan yang besar. Siapa saja yang meretas jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan bagi dia jalan ke surga (HR Muslim, Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah sembari membaca dan saling mengkaji Kitabullah melainkan mereka akan diliputi ketenangan, dilimpahi rahmat, dikelilingi oleh para mlaikat dan disebut-sebut oleh Allah di antara orang-orang yang ada di sisi-Nya (HR Muslim).

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، عَلَيْكُمْ بِالْعِلْمِ قَبْلَ أَنْ يُقْبَضَ، الْعَالِمُ وَالْمُتَعَلِّمُ شَرِيكَانَ فِي الأَجْرِ

Wahai manusia, kalian harus menuntut ilmu sebelum ilmu itu dicabut. Pengajar dan pembelajar adalah sekutu dalam meraih pahala (Mu’jam al-Kabir li ath-Thabrani).
 

Pernyataan Sahabat.

Ibn Mas’ud ra. berkata: عَلَيْكُمْ بِالْعِلْمِ قَبْلَ أَنْ يُقْبَضَ وَقَبْضُهُ ذِهَابُ أَهْلِهِ
Kalian harus menuntut ilmu sebelum ilmu itu dicabut. Ilmu itu dicabut dengan kematian para pemiliknya (ulama)  (Al-Musnannaf li Ibn ar-Razaq).

Al-Hasan ra. berkata: اَلْفَقِيْهُ: الزَّاهِدُ فِي الدُّنْيَا، الرَّاغِبُ فِي الآخِرَةِ، اَلْبَصِيْرُ بِهَذَا الدِّيْنِ، اَلْمُتَمَسِّكُ بِالْعِلْمِ
Orang faqih adalah orang yang: zuhud terhadap dunia: rindu akhirat; memahami agama ini; berkutat dengan ilmu (Mu’jam al-Awsath li ath-Thabrani).

Dorongan untuk Memuliakan Anak Yatim/Dhuafa

 Al-Quran

Allah SWT berfirman:

 وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16) كَلَّا بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (17) وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (18) وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَمًّا (19) وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا (20)
Lalu jika Allah menguji dia dengan membatasi rejekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinakan diriku.” Tidak begitu. Akan tetapi, (karena) kalian tidak memuliakan anak yatim, tidak saling mengajak memberi makan kaum miskin, sedangkan kalian memakan harta warisan dengan cara mencampuradukkan (yang halal dan yang haram), dan kalian mencintai harta secara berlebihan  (QS al-Fajr [89]: 16-20).

 أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3)

Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menelantarkan anak yatim dan tidak saling mengajak memberi makan kaum miskin (QS al-Ma’un [107]: 1-3). 

 Al-Hadis

Rasulullah saw. bersabda:“أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا”، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا.

“Saya dan penyantun/pemelihara anak yatim akan bersama-sama di surga seperti ini.” Beliau lalu mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah beliau seraya sedikit merenggangkan keduanya (HR al-Bukhari).

Investasi Tak Pernah Rugi INFO
Darun Nahdah Membuka Donasi untuk Pembangunan Pesantren Yatim dan Dhuafa - Investari Akhirat Yang Pasti Untung
SEE ALL
Contact Info
Yayasan Darun Nahdhah Al Islamiyah
  • Address Line 1
  • (123) 456 789
  • email@example.com